Bisnis Online

Published on Oktober 27th, 2016 | by Eka Julianto Arif

0

Adakah Bisnis Yang Low Risk Tapi High Return?

Tahukah Anda kebanyakan dari kita berfikir (bahkan pada umumnya) bahwa berbisnis itu:

LOW RISK LOW RETURN atau HIGH RISK HIGH RETURN

Ini merupakan cara jadul (zaman dulu), yang beranggapan bahwa dengan berbisnis pasti harus mengedepankan resiko yang besar. Maka Anda akan mendapatkan penghasilan yang besar.

Begitupun sebaliknya jika Anda mengambil resiko kecil maka anda akan berpenghasilan kecil.

Zaman sudah berputar dan teknologi semakin canggih, anda bisa berbisnis dengan prinsip seperti ini:

LOW RISK HIGH RETURN!

Kalau ada model bisnis seperti itu, apalagi mudah dikerjakan dan sederhana,
tentu asyik sekali bukan?

Mari  kita  membuka  pikiran  kita  dengan  membedah  tiga  model  bisnis  yang
umum kita temui dalam hidup kita sehari-hari, yaitu:

perbandingan-bisnis

Seringkali anda melihat berbagai macam bisnis, nah jika dikelompokan seperti gambar diatas,

Bisnis network (network marketing)

Kemarin diartikel sebelumnya saya telah membahas tentang network marketing, bisa anda baca disini.

Bisnis network marketing bisa juga disebut direct selling, karena biasanya pemasarannya terjadi interaksi one-on-one. Bisa langsung dipasarkan dari seorang teman ke teman, keluarga, atau relasinya.

Ini sangat cocok  dilakukan  oleh  orang  gaptek  karena  yang  perlu  dilakukan  hanya bercerita ke kenalannya saja.

 

Bisnis Online

Bisnis online adalah  semua model bisnis yang menggunakan Internet sebagai media marketing(pemasaran)-nya dan sering disebut sebagai Internet marketing. Bisa anda baca juga di artikel saya sebelumnya DISINI.

 

Bisnis Konvensional

Bisnis yang dijalankan secara offline biasanya bisnis ini kebanyakan produk fisik. Mereka berbisnis dengan membuka kantor, toko, dan restoran, baik dikelola sendiri, atau dengan membeli hak franchisenya.

Bisa Anda baca diartikel saya yang ini Perbedaan Bisnis Online dan Offline.

Nah, apa sih yang membedakannya sehingga Anda bisa membangun bisnis yang LOW RISK dan HIGH RETURN?

Digambar diatas disebutkan ada 8 Faktor yang membedakan 3 jenis bisnis tersebut diatas yaitu:

  1. Modal

    Bisnis network modalnya sedang karena harus menyetok barang, biasanya si penyetok itu disebut Stokis.
    Selain itu juga lumayan merepotkan karena harus membungkus barang untuk dikirim ke pembeli.
    Sementara,bisnis  online modalnya sangat kecil, bahkan bisa tanpa modal  uang, dengan menggunakan fasilitas gratis yang banyak tersedia di Internet.

    Ada pun bisnis konvensional modalnya besar karena harus menyewa tempat  dan karyawan, serta menyediakan biaya operasional dan cash flow yang cukup, minimal untuk 6 bulan ke  depan.Belum lagi kalau anda mengambil hak bisnis seperti franchise, ada investasi tambahan yang tidak murah. Memusingkan jika anda memiliki modal uang kecil atau di bilang pas-pasan.

  2. Liability

    Biaya liabilitas atau biaya tanggungan untuk bisnis network dan bisnis online kecil, karena kedua bisnis ini bisa dijalankan seorang diri.
    Sementara, bisnis konvensional memerlukan karyawan, apalagi bisnis yang labour intensif seperti restoran yang membutuhkan banyak pelayan, tukang masak dan cuci piring.
    Kalau sampai harus ada perampingan bisnis dan ada karyawan yang harus
    diberhentikan, berapa besar pesangon yang harus diberikan? Wah nambah pusing jika Anda masih merintis bisnis ini.
  3. Resiko

    Ada beberapa resiko yang akan dihadapi sebuah bisnis, terutama bisnis konvensional, yaitu :
    => Lokasi, munculnya kompetitor baru dekat lokasi anda.
    => Compliance, misalnya, merespons peraturan baru dari pemerintah baik berupa peraturan ketenagakerjaan, kesehatan, atau ekspor impor.
    => Keuangan, misalnya naiknya bunga pinjaman bank, atau klien tidak dibayar.
    => Operational, misalnya kerusakan peralatan, pencurian, dan lainnya.
    => Management Karyawan, misalnya naiknya gaji kayawan, pemberian pelatihan, dan pesangon untuk karyawan yang di PHK.

  4. Waktu

    Bisnis network dan bisnis online bisa dikerjakan secara part-time [waktu luang], sedangkan bisnis konvensional menyita waktu karena komitmen yang sangat tinggi.
    Ini tentu saja logis, karena bisnis konvensional modal dan risikonya besar sehingga membutuhkan komitmen khusus dari Anda.

  5. Faktor Kali

    Seperti sudah kita lihat gambar diatas, Internet memberikan faktor kali terbesar. Oleh karena itu, sudah cukup jelas kalau bisnis online mempunyai faktor kali terbesar.
    Bisnis network mempunyai faktor kali sedang karena biasanya ditunjang oleh
    sistem komisi berlapis atau bertingkat. Sehingga membuka peluang untuk mendapat uang lebih banyak dari orang yang tidak kita kenal.

    Sementara, bisnis konvensional faktor kalinya sangat kecil. Hal ini lebih mudah untuk saya jelaskan dengan memberikan contoh:” Misalnya Anda memiliki usaha Restoran Fried Chicken, sudah di pastikan para pengunjung hanya orang sekeliling anda saja yang berkunjung. Sisanya hanya orang yang mampir dan kebetulan lewat untuk mencoba.

    Walaupun Anda memiliki chanel untuk mendatangkan pengunjung dari luar kota, apakah cukup kapasitas tempat duduk nya. Yang berkunjung 500 orang tetapi anda hanya memiliki kapasitas 200 orang tempat duduk.

    Belum lagi orang yang makan hanya 3x sehari yaitu pagi, siang  dan makan malam. Pada waktu-waktu tertentu saja restoran anda ramai, selebihnya waktu kosong. Tetapi anda tetap saja mengeluarkan biaya gaji karyawan, sewa tempat, listrik dan biaya lainnya.”

    Terbukti faktor kali untuk bisnis konvensional lebih kecil dan anda membutuhkan modal yang sangat banyak untuk bisa menambah faktor kali anda.

  6. Mentoring

    Dibisnis network sudah pasti tersedia mentor yang siap membina anda menuju kesuksesan disana. Bahkan diberikan secara gratis, karena seorang team leader yang baik, akan rutin memberikan mentoring kepada anggota teamnya.
    Dibisnis online dan bisnis konvensional anda mencari sendiri mentor bisnis anda dan biasanya biayanya lumayan mahal.

  7. Pengalaman

    Anda tidak perlu berpengalaman untuk bisa berbisnis network dan online.
    Yang Anda perlukan adalah pikiran terbuka untuk mau selalu belajar dan
    take action.
    Sementara, dalam bisnis konvensional, karena modal dan risikonya yang begitu besar, Anda perlu punya pengalaman bisnis.

  8. Sistem

    Bisnis network mempunyai sistem yang jelas yang bisa Anda ikuti.
    Kalau saya lihat, sebetulnya sistem bisnis network sangat bagus kalau menerapkan Permission Marketing, yaitu menjangkau prospek yang sudah menunjukkan ketertarikan terhadap suatu bisnis atau produk.

    Bisa anda baca buku karya Seth Godin, silahkan search di google untuk membeli bukunya.

    Sayangnya, banyak pelaku bisnis network yang tidak menerapkan Permission Marketing dan itulah salah satu sebabnya kenapa bisnis network mendapatkan predikat yang tidak baik.Sebaliknya, di bisnis online dan bisnis konvensional tidak selalu ada sistem. Kalaupun ada sistem, itu dengan metode franchise yang investasinya tidak murah.
    Untuk bisnis online biasanya menggunakan sistem reseller atau dropshiping.

Lalu mana yang terbaik dari ketiga model bisnis tersebut menurut Anda?

Dilihat dari kacamata saya untuk memilih bisnis online karena Resiko Kecil dan penghasilan besar (Low Risk High Return).

Semua di tangan anda yang mau memilih bisnis yang mana..

Jika artikel ini bermanfaat silahkan di share yah..

Share is Caring…

Ingin Belajar Bisnis Internet Dengan Mudah & Murah

Daftarkan Diri Anda Secara GRATIS Di ratusan member yang telah tergabung + GRATIS puluhan ebook bisnis & Tools bisnis internet


About the Author

Selamat datang di BisnisEka.com Portal sharing dan belajar bisnis internet dan Internet marketing. Tips dan trik bisnis yang akan membantu profit bisnis anda lebih naik lagi



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top ↑

Bingung Mulai Dari Mana? dapatkan Tips Gratis Cara Berbisnis Internet Dengan BenarAkses Sekarang
+