Bisnis Online Development Fundamental – Rahasia agar Bisnis Terus Bertumbuh - bisnisekacom

Published on Juli 28th, 2018 | by Eka Julianto Arif

0

Development Fundamental – Rahasia agar Bisnis Terus Bertumbuh

Salah satu hal yang diinginkan setiap pengusaha adalah bisnisnya tumbuh dari waktu ke waktu. Anda juga? Wajar koq, Ini fitrahnya manusia, ingin semakin baik. .

Justru, jika gak ingin bisnisnya tumbuh, malah aneh. . 😅 Hehe. . Ngomong-ngomong tentang tumbuh. Setiap pengusaha punya cara pandang yang berbeda-beda.

Ada yang mengukur dari segi omzet, dimana jika Omzetnya meningkat, maka artinya bisnis bertumbuh.

Ada yang dari penghasilan. Ada yang dari jumlah database. Ada yang dari segi keilmuan. Ada yang dari jumlah pelanggan. Ada yang dari jumlah relasi. Ya intinya macam-macam. .

Terserah apa detail tumbuh versi Anda. Tapi Saya akan bahas konsep tumbuh yang bisa di terima semua orang. Jadi, tumbuh disini maksudnya adalah Lebih baik dari sebelumnya

Bisa diterima ya? 😊 Oke.

Nah, lantas bagaimana cara membuat bisnis tumbuh? Caranya banyak. . .

Jika dari segi teknis. Perbanyak revenue streamnya. Perluas pemasaran dan distribusinya. Lakukan aktivitas branding. Dan masih banyak lainnya. Kapan-kapan, mungkin kita akan bahas itu. .

Sekarang, karena artikel ini banyak membahas tentang pola pikir pengusaha, jadi kita akan membahas dari sisi cara berfikirnya ya. Namun sebelum ke materinya. Saya ingin sedikit berpesan, Banyak sekali orang-orang yang ketika mendapat materi tentang bisnis, mereka bergumam dalam hati “Oh gitu doang”

Padahal penyakit bisnisnya mungkin selama ini ada disana.

Karena itu, cobalah rendahkan hati untuk menata ulang cara berfikir, agar bisnis kedepannya semakin kokoh dan terus tumbuh. . Begitu kira-kira pesan Saya ke Anda.

Sekarang, kita mulai materinya ya.

[wuoyMember-content-protection product=1336]

Ini cara membuat bisnis lebih baik dari sebelumnya. Jadi pertama-tama coba pahami. Bahwa sebenarnya rezeki itu berbanding lurus dengan KEPANTASAN

Mau memiliki penghasilan besar? Bisa.

Coba bangun kepantasannya. . Jika seseorang pantas diberi rezeki besar, maka atas ijin Yang Maha Kuasa, rezeki itu akan menghampirinya. .

Cara berfikirnya begini, Bayangkan diri kita ini seperti wadah. . Dan rezeki itu seperti air. Untuk menampung air yang banyak. Maka perlu wadah yang besar. .

Pada dasarnya rezeki itu tidak terbatas. Luas sekali. . Yang sebenarnya, kita tinggal “download” saja.

Dan cara downloadnya adalah dengan bangun kepantasan.

Jika seseorang pantasnya 10 Juta/bulan, maka itu yang akan didapatkannya.

Jika seseorang pantasnya 100 juta/bulan, maka itu yang akan didapatkannya.

Nah, berapakah penghasilan bulanan kita?

Itu artinya angka kepantasan kita. Rezeki Yang Maha Kuasa itu lebih luas dari samudra.

Kita tidak akan bisa menikmati rezeki yang besar, jika kapasitas kita seperti gayung, hehe. . 😅

Hal ini juga berlaku dalam bisnis.

Bisnis akan bertumbuh, ketika pengusahanya tumbuh

Jadi, jangan sibukan diri cari jalan pintas ini itu. Bisnis bukan mie atau kopi instan. Jangan berfikir bisnis yang baru dibangun, kemudian besoknya langsung memberikan penghasilan miliaran, hehe.

Perlu proses. .

Lalu, kepantasan seperti apa yang perlu dimiliki?

Ada 2 poin penting.

Pertama, karakternya.

Kedua, keilmuannya.

[wp-subscribe]

Karakter

Karakter ini maksudnya cara pengusaha berinteraksi ke orang lain.

Ada hukum tabur tuai “We reaped what we sowed” Kita menuai yang kita tabur. Jika dalam proses berbisnis kita menyakiti hati orang lain, maka kedepannya kita akan bertemu dengan suatu hal yang akan menyakiti kita. .

Sebaliknya, jika kita mencoba memuliakan siapapun, kita akan dipertemukan dengan mereka yang akan memuliakan kita.

Ingat, Bagaimana kita memperlakukan orang lain, maka kita akan diperlakukan seperti itu juga

Termasuk dalam bisnis. Bisnis bukan hanya sekedar sarana mencari uang semata. Disana ada hubungan dengan orang lain, dan sekitar.

Seorang Consultant Marketing Internasional bernama Simon Sinek berkata

“If you don’t understad people, you don’t understand business”

Sejenak resapi kalimat diatas. Kata Mr. Simon, jika engkau tidak mengerti manusia, engkau tidak mengerti bisnis.

Suka atau tidak, dalam bisnis kita berhubungan dengan manusia.

Pembeli kita manusia, mitra kita manusia, tim kita manusia.

Nah, jika kita tidak paham bagaimana memperlakukan manusia dengan baik, maka otomatis kita tidak bisa memperlakukan bisnis kita juga dengan baik.

Karena itu. .

Tips pertama agar bisnis bertumbuh, yang perlu di lakukan adalah Manusiakan seluruh elemen bisnis

Maksudnya perlakukan semua hal yang berhubungan dengan bisnis kita seperti manusia. Pembeli kita bukan karung uang, mereka manusia.

Tidak bisa kita peras seenak kita memperlakukan jidat atau dengkul kita.

Tim kita bukan robot yang bisa senaknya disuruh ini itu, mereka manusia.

Punya keterbatasan, dan kita harus coba pahami itu. Untuk latihan.

Pertama-tama, coba belajar memanusiakan prospek.

Siapa itu prospek?

Prospek adalah orang yang datang ke bisnis kita.

Bersikap ramahlah kepada mereka walaupun mereka tidak membeli. Ramah, itu kewajiban. Beli atau tidak bukan kewajiban. Jangan sampai kita melalaikan kewajiban, hanya karena mengejar uang.

Secanggih apapun cara jualan kita, akan ada beberapa orang yang memang tidak jadi transaksi, dan jumlahnya bukan satu orang. Itu sudah hukum dalam bisnis.

Terus kenapa??

Tidak jadi transaksi itu haknya mereka. .

Tugas kita muliakan sesama. Beli atau tidak, usahakan kehadiran kita memberikan manfaat.

Masih ingat kan?

Mereka yang terbiasa memuliakan sesama, rezekinya akan bagus. 😊

Kedua, belajar manusiakan pembeli

Ke prospek yang gak jadi beli saya kita harus ramah, apalagi ke pembeli. Pembeli adalah mereka yang percaya menukarkan uang mereka dengan manfaat yang kita tawarkan.

Setelah membeli, penuhi amanah.

Jangan setelah dapat uangnya lalu kabur.

Melayani seenaknya. Packing seadanya. Gak mau di komplain. Gak terima kritik. Ya mau gimana lagi. .

Perhatian pembeli, itu sudah paket dalam bisnis.

Diperhatikan, itu sebenarnya bagian dari rezeki. Pembeli yang perhatian dengan kejelekan kita, bisa kita jadikan data untuk memperbaiki bisnis kedepannya. Pembeli yang perhatian dengan kelebihan kita, bisa kita jadikan standar kualitas pelayanan. .

Semuanya punya sisi positif kan? 😊

Setelah itu, Manusiakan Tim

Punya tim?

Tim, berbeda dengan karyawan. .

Mereka tempat kita bertukar pikiran. Mereka adalah yang membantu kita mencapai target-target kita, mereka menanggung lelahnya sama-sama.

Kepada Tim, kita gak bisa seenaknya.

Mereka juga punya kehidupan, mereka butuh diperhatikan. Mereka punya kebutuhan, mereka juga manusia. Memimpin Tim, adalah seni menampar dan membelai di waktu yang tepat.

Tegas jika memang tegas dibutuhkan. Dan juga perlu bersikap lembut.

Jangan serius setiap waktu, bisa tegang nanti timnya, hehe. Kepada tim, tunaikanlah hak mereka. Misal dari segi materi. Berikanlah presentase hasil yang layak. Dan baiknya presentase itu di jelaskan di awal bahkan didiskusikan bersama, jika itu tim internal.

Bagaimana jika tim eksternal?

Seperti tim penjualan?

Sama saja. . .

tim eksternal juga punya hak-hak untuk kita penuhi. .

Selain materi, binalah mereka. Jadi bagian dari sejarah pertumbuhan mereka. Tim eksternal bukan orang lain. Mereka juga bagian keluarga dari bisnis Anda

Begitulah. .

Pada dasarnya saat kita berbisnis, kita tidak terlepas dari komunikasi dengan orang lain. Dan karakter kita saat berinteraksi, akan mempengaruhi pertumbuhan bisnis kita. .

Sampai sini paham ya?

Bangun kepantasan karakternya. Muliakan semua aspek dalam bisnis kita.

 

Keilmuan

Poin kedua setelah karakter adalah keilmuan. .

Maksudnya adalah pemahaman pengusahanya

Cara menjual puluhan produk. itu berbeda dengan caranya jual ribuan produk. Ilmu dapat belasan juta.

Beda dengan ilmu dapat ratusan juta. Teknik membina tim yang jumlahnya puluhan. Beda dengan teknik membina tim yang jumlahnya ratusan.

Karena itulah, Satu syarat mutlak agar bisnis berkembang adalah TERUS BELAJAR

Kita hanya akan melakukan sesuai pemahaman kita. Jika kita tidak paham caranya, maka kita tidak pernah dapat apa yang kita inginkan. .

Dengan belajar, itu akan mengurangi kesalahan kita saat menjalankan bisnis. Saat kita belajar dari pengalaman orang lain, saat itu wawasan kita akan berkembang.

[/wuoyMember-content-protection]

Bagaimana bisnis bisa besar kalau pengusahanya tidak tau caranya??

Karena itulah. . .

Banyak-banyak belajar sesuai kebutuhan bisnis Anda. Anda bermasalah di penjualan, belajar ilmu penjualan. Bermasalah di managemen keuangan, belajar ilmunya.

Bermasalah di pengembangan bisnis, cari caranya.

Bisnis hanya bertumbuh sebesar kepasitas pengusahanya. Jika Anda terus belajar, atas ijin Yang Maha Kuasa, maka pertumbuhan bisnis Anda tidak mudah dihentikan. Dan ngomong-ngomong soal belajar. Syukurlah Anda sudah subscribe ke email saya.

Karena secara berkala, Saya aakan kirimkan beberapa materi untuk Anda pelajari. . 😊

Begitu ya. . Mau bisnis terus bertumbuh? Pantaskan diri Anda. .

Perbaiki karakternya. Tambah pengetahuannya. Dua ini Anda pegang, cepat atau lambat Anda akan merasakan hasilnya. . Oke. .

Itulah materi pagi ini. . Nanti. InsyaAllah kita akan belajar hal yang sangat menarik untuk disimak. Apakah itu?

Yaitu cara ngelola uang dalam bisnis. Jujur saja. .

Cara mengelola uang, itu lebih sulit dibanding cara dapat uang, hehe. Karena itu, pastikan Anda jangan ketinggalan materi nanti ya. Mau ilmunya??

Tags: , , , , , , , , , ,


About the Author

Selamat datang di BisnisEka.com Portal sharing dan belajar bisnis internet dan Internet marketing. Tips dan trik bisnis yang akan membantu profit bisnis anda lebih naik lagi



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to Top ↑